WartaDaerah, Jakarta – Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas, Asnidar, menegaskan bahwa potensi minyak dan gas (migas) Indonesia masih sangat besar. Dari total 128 cekungan (basin) yang dimiliki Indonesia, lebih dari separuhnya, yaitu sebanyak 65 basin, masih belum tersentuh eksplorasi.
Dari 128 basin tersebut, hanya 20 yang telah berproduksi, dan 27 lainnya masih dalam status penemuan (discovery). Dengan demikian, baru 47 basin yang sejauh ini menunjukkan hasil eksplorasi, atau sekitar 37% dari total keseluruhan. Lebih dari 60% lainnya masih belum berhasil dikembangkan atau ditemukan potensinya.
“Angka ini dalam satu dekade terakhir tidak berubah, belum berubah,” tegasnya.
Meski begitu, Asnidar tetap optimistis adanya momentum baru yang dapat mengubah peta potensi migas Indonesia. Salah satu harapan besar adalah onstream-nya Lapangan Abadi di Wilayah Kerja (WK) Masela, yang akan menambah satu basin ke dalam daftar produksi.
“Ketika Masela onstream, nanti akan ada satu basin yang naik menjadi produksi. Kami berharap, dari 27 (discovery), satu akan bergerak ke angka 20, sehingga kita akan menambah 21 basin produksi setelah lapangan abadi dari WK Masela onstream. Milestone Masela ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh pelaku industri hulu migas,” tutupnya. (**)





























