Bekasi – wartadaerah.com | Program First Responders Hyundai bagi tenaga profesional kesehatan dari Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang dilakukan di Ruko Grandwisata, Perumahan Grandwisata, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dari 600 orang yang melakukan rapid tes terindikasi 2 orang positif terkena Covid 19. Hal itu diungkapkan dr Novrizal tenaga medis yang diperbantukan dalam program first responders hyundai kepada wartadaerah.com. Kamis (23/4).

Dijelaskannya, jenis tes pertama adalah rapid test atau tes cepat. Tes jenis ini mengambil sampel darah untuk mengukur kondisi antibodi di tubuh peserta tes, sehingga dapat diketahui reaksi tubuh peserta tes untuk melawan virus. Tes kedua adalah RTPCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction), yang dapat memberikan hasil lebih akurat. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat usap. Sampel yang diambil untuk swab test adalah sampel cairan dari hidung atau dahak.

“Pada masyarakat umum, tes ini lebih populer dengan nama tes swab,” terangnya.

Dari 600 orang yang mendaftar rapid tes dalam 2 (dua) hari ini, terindikasi 2 orang terkena covid 19, namun belum bisa diambil kesimpulan bahwa 2 orang tersebut statusnya pasien dalam pengawasan (PDP).

“Masih menunggu hasil tes swab dalam 2 (dua) hari kedepan”ucapnya.

Jika hasil tes swab tesebut dinyatakan positif, ada solusi yang diberikan, solusi pertama orang tersebut dibawa ke bapelkes tempat rujukan yang positif covid atau isolasi mandiri dirumahnya.

“Isolasi mandiri dalam pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi”imbuhnya.

Sementara itu, Hendrawan AS, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengatakan Program First Responders Hyundai diperuntukan untuk memutus mata rantai penyebaran covidv19 dikalangan tenaga profesional kesehatan covid 19 yang ada di Tambun Selatan.

“Tenaga profesional kesehatan terdiri dari pegawai Kecamatan, kelurahan, desa, Puskesmas, UPTD diwilayah tambun selatan, serta TNI (Koramil Tambun) dan Polri (Polsek Tambun) yg ada diwilayah Tambun Selatan” katanya.

Terkait rapid tes covid 19 tersebut, dimana hasilnya ada 2 orang terindikasi positif covid 19, dirinya belum bisa memberikan kepastian apakah yang positif covid itu tenaga profesional kesehatan tambun selatan atau masyarakat, mengingat quota pendaftaran jika tidak memenuhi 600 tenaga profesional kesehatan Tambun Selatan, maka akan dibuka rapid tes untuk masyarakat.

“Datanya ada, tapi belum ketahuan dari tenaga profesional kesehatan atau masyarakat” imbuhnya.

Ditambahkannya, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia hanya memberikan fasilitas alat rapid tes, tenaga medis program rapid tes dari dinas kesehatan Kabupaten Bekasi dan Puskesmas se Tambun Selatan.

“Hyunday hanya membantu penyediaan alat rapid tes, tenaga medisnya tetap dari kita, semoga perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kabupaten Bekasi dapat mengikuti jejak PT. Hyundai dalam hal pemberian corporate social responsibility (CSR)  yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bekasi”tutupnya.

Metode drive through  Covid-19 rapid tes seperti memesan makanan cepat saji ini dikatakan menjadi solusi untuk melakukan pengetesan massal Covid-19. Tes Covid-19 drive thru yang mendukung physical distancing dilakukan di area luas yang bisa melibatkan ribuan orang. Masyarakat mengantre di dalam mobil lalu satu per satu menghampiri pos tenaga medis untuk mendapatkan tes tanpa perlu keluar dari mobil.

Layanan ini merupakan salah satu bantuan yang diberikan Hyundai pada Indonesia. Sebelumnya HMMI telah memberikan 50 ribu set Alat Pelindung Diri (APD) senilai Rp8,2 miliar buat membantu tenaga medis menangani pasien terkait Covid-19, sebanyak 10 ribu set telah dialokasikan pada Jawa Barat.