BPBD Padang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan, Lima Warga Tewas Terseret Arus Sungai Meluap

WartaDaerah.com, Padang — Curah hujan tinggi yang terus mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir memicu bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Lima warga di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus sungai yang meluap ke kawasan permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai. “Saat ini hujan deras turun di hulu. Warga yang berada di bibir sungai diminta menjauh dan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Hendri juga menekankan pentingnya evakuasi mandiri jika debit air sungai meningkat secara tiba-tiba. “Segera evakuasi diri dan keluarga ke tempat aman jika air mulai naik. Begitu pula bagi warga di daerah perbukitan, tetap waspada karena tanah yang terus diguyur hujan sangat rawan longsor,” tambahnya.

Selain korban jiwa, hujan ekstrem memicu kerusakan dan gangguan di sejumlah titik. Berdasarkan data sementara Pusdalops BPBD Padang: 14 titik terdampak banjir, 12 titik banjir bandang, tujuh titik longsor, 20 titik pohon tumbang, dan dua titik diterjang angin puting beliung

Sejumlah infrastruktur kota juga terdampak, termasuk Jembatan Gunuang Nago di Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, yang dilaporkan ambruk. Beberapa jembatan lain di wilayah berbeda juga mengalami kerusakan serupa dan kini dalam proses penanganan.

BPBD bersama OPD terkait terus melakukan pemantauan lapangan, membuka akses darurat, dan memperbarui data dampak bencana setiap hari. Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut. (Red)