Mukomuko – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan penerima program peremajaan tanaman kelapa sawit pada 2022 bertambah dari tiga menjadi empat kelompok tani.

“Dari empat kelompok tani yang mengajukan program peremajaan sawit tahun ini, satu kelompok tani yang pertama menandatangani kesepakatan kerja sama untuk menerima program ini, kini bertambah tiga kelompok lagi,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Meri Marlina di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan, sebelumnya, sebanyak tiga kelompok tani yang mendapatkan rekomendasi teknis dari Ditjen Perkebunan, yakni Kelompok Tani Sinar Abadi, Kelompok Tani Cahaya Sejahtera, dan Kelompok Tani Maju Bersama.

Namun dari tiga kelompok tani ini, satu kelompok tani KRP Sinar Abadi Desa Sungai Gading dengan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 128,28 hektare telah melakukan penandatangan kerja sama tiga pihak.

Kini dua Kelompok Tani Cahaya Sejahtera Desa Talang Sakti yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 120,36 hektare, Kelompok Tani Maju Bersama Desa Sungai Lintang seluas 92,73 hektare, dan KRP harapan bersama Desa Talang Baru seluas 67, 77 hektare menandatangani kesepakatan untuk menerima program ini.

“Tiga kelompok tani ini telah berangkat ke Jakarta penandatangan kerja sama tiga pihak, yakni Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), kelompok tani, dan bank untuk menerima dana program peremajaan sawit,” ujarnya.

Setelah tiga kelompok tani ini menandatangani kesepakatan untuk menerima program peremajaan tanaman kelapa sawit, ia mengatakan, kelompok tani menunggu penyaluran dana untuk melaksanakan program ini.

Sementara itu, Dinas Pertanian setempat pada 2022 mengusulkan peremajaan tanaman kelapa sawit tidak produktif karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua di lahan seluas 1.358 hektare milik 11 kelompok tani di daerah ini.

“Kita usulkan lahan seluas 1.358 hektare milik 11 kelompok tani, namun yang sudah keluar rekomendasi teknis dari Ditjen Perkebunan seluas 341 hektare milik tiga kelompok tani,” ujarnya. (Ant)