Setara Gelar Seminar ‘Mendorong dan Memperkuat Kebijakan Toleran dan Antidiskriminatif’

Setara Institute dalam sebuah acara konferensi pers di Hotel Ibis Tamarin Jl. KH. Wahid Hasyim 77 Jakarta Pusat, Minggu (31/03/2019). Foto: Topikini/Gus Din.

Jakarta – SETARA Institute Jakarta dalam rangka mengetahui bagaimana reputasi Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, dan juga Kota Bogor dalam mengelola kemajemukan? akan menggelar ‘Seminar Mendorong dan Memperkuat Kebijakan Toleran dan Antidiskriminatif di Indonesia’, pada Selasa, 13 Agustus 2019, Pukul 13:00 WIB (didahului makan siang mulai pukul 12:00), di Hotel Ashley, Jl. KH Wahid Hasyim 73-75, Jakarta Pusat.

“Anda juga tahu bagaimana 421 kebijakan diskriminatif (Komnas Perempuan, 2016) menjadi instrumen pelembagaan diskriminasi? Sedangkan 71 produk hukum daerah (SETARA Institute, 2017) telah mengakselerasi intoleransi dan diskriminasi,” kata Narahubung Emy Fakhriyati yang memiliki nomer kontak 081218172332, Senin (12/08/2019).

Katanya, kajian terbaru SETARA Institute (2019) mencatat terdapat 91 produk hukum daerah di Jawa Barat yang menjadi instrumen potensial meningkatkan praktik intoleransi, diskriminasi, bahkan kekerasan terhadap kelompok yang berbeda. Di Yogyakarta terdapat 24 produk hukum daerah dengan karakter yang sama berpotensi diskriminatif terhadap kelompok minoritas agama, kepercayaan dan kelompok rentan-marginal lainnya.

“Baik Jawa Barat, Yogyakarta, dan juga Bogor mulai berbenah. Jokowi-Ma’ruf juga berjanji membentuk Pusat Legislasi Nasional, untuk merespons ihwal produk hukum daerah bermasalah. Ayo kita periksa dan gagas bersama rancangan penyikapan holistik atas produk hukum daerah intoleran dan diskriminatif ini,” jelasnya.

Acara ‘Seminar Mendorong dan Memperkuat Kebijakan Toleran dan Antidiskriminatif di Indonesia’ akan dihadiri pembicara:
1. Perwakilan Pemprov Jawa Barat
2. Perwakilan Pemprov D.I. Yogyakarta
3. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kemendagri
4. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Kemenkum HAM
5. Bima Arya Sugiarto (Walikota Bogor)
6. Ninik Rahayu (Komisioner Ombudsman RI)
7. Ismail Hasani (Direktur Eksekutif SETARA Institute).

(gus din)