DPP LAMI Pinta Penegak Hukum Kejar DPO Heryanto Candra

Jakarta – wartadaerah.com | Kasus tindak pidana korupsi uang kas daerah yang telah menjebloskan mantan Bupati Katingan Ahmad Yangtenglie dan Mantan Kuasa Bendahara Umum Kabupaten Katingan Tekli. Masih menyisahkan misteri keberadaan DPO Heryanto Chandra, oleh karena itu DPP LAMI mendesak Penegak Hukum untuk mengejar DPO tersebut, Hal itu diungkapkan Jonly Nahampun Ketua Umum DPP LAMI kepada wartadaerah.com.Senin (1/6).

Menurut Jonly, Heryanto Chandra masih berstatus DPO (Daftar Percarian Orang) alias buron. Polisi hingga kini belum berhasil mengendus keberadaannya mereka. Padahal kejadiannya sudah cukup lama.

” Seharusnya Heryanto Chandra sudah tertangkap dan diseret kemeja hijau”papar Jonly.

Lanjutnya, Heryanto Chandra punya peranan penting terkait hilangnya dana APBD Kabupaten Katingan Tahun 2014 sebesar Rp 100 miliar. Dimana dalam fakta persidangan terungkap Heryanto punya peranan penting akan hilangnya dana APBD tersebut.

” Heryanto yang mengatur perhitungan bunga deposito serta pemindah bukuan dana kerekening Kasda Pemkab Katingan” imbuhnya.

Dalam fakta tersebut dijelaskan tersangka Teguh Handoko mantan Kepala Kas Bank Bank Tabungan Negara(BTN) Pondok Pinang Jakarta selatan, memiliki beberapa peran yaitu mengubah nota kesepakatan bersama antara pemerintah Kabupaten Katingan dengan PT. BTN Persero dengan mengubah dari bentuk rekening deposit menjadi rekening Giro tanpa kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Katingan. Teguh juga bertugas memberikan buku cek dan bilyet giro untuk rekening nomor 00499.01.30.000014.5 bukan kepada pemilik rekening yaitu Pemerintah Kabupaten Katingan tetapi diberikan kepada Heryanto Chandra, Teguh juga berperan memberikan otorisasi penarikan dana APBD Kabupaten Katingan pada Bank BTN kantor kas Pondok Pinang oleh pihak yang tidak berwenang serta melakukan pemindah bukuan dana ke rekening KASDA Pemkab Katingan yang dimaksudkan sebagai perhitungan bunga deposito atas arahan Heryanto Chandra.

” Seharusnya penegak hukum bekerja keras dalam mengejar Heryanto Candra dan dapat disidangkan ke meja hijau, karena peranannya sangat vital” pungkas Jonly. (Gun)