Rute Baru, Batik Air Terbangi Jakarta – Berau

Berau – Batik Air hari ini (21/03/20) mengumumkan peresmian rute baru domestik yang menghubungkan Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dengan Tanjung Redeb, ibukota Kabupaten melalui Bandar Udara Kalimarau, Berau di Kalimantan Timur.

Penerbangan perdana dilaksanakan dalam rangkaian agenda “tepung tawar – welcome ceremony”, yang dilakukan oleh Bupati Berau, H. Muharram, Kepala Bandar Udara Kalimarau, Bambang Hartanto; Direktur Keselamatan, Keamanan dan Kualitas (Safety, Security and Quality) Batik Air, Capt. Wamildan Tsani Panjaitan, perwakilan jajaran karyawan Lion Group serta mitra terkait..

Pendaratan pesawat pertama sekaligus menandai layanan operasional Batik Air di Berau, menggunakan Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUF. Pesawat ini berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi hiburan di pesawat – inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi, jarak antarkursi (seat pitch) lega, serta sajian makanan (inflight meals),” jelas Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro.

Batik Air bernomor ID-6430 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pukul 05.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan mendarat di Bandar Udara Kalimarau (BEJ) pada 08.30 waktu setempat (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08).

Layanan penerbangan dilakukan secara berjadwal satu kali setiap hari. Dengan demikian menempatkan Batik Air sebagai maskapai pertama dan satu-satunya saat ini yang menghubungkan tanpa henti atau transit (non-stop) Jakarta ke Berau pergi pulang (PP).

Untuk layanan dari Berau, Batik Air memiliki waktu keberangkatan terbaik pukul 09.10 WITA, nomor penerbangan ID-6431.  Pesawat tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 10.40 WIB.

“Batik Air mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh tamu yang telah terbang pada inaugural flight Jakarta – Berau – Jakarta. Batik Air berkomitmen untuk menjalankan operasional dengan tetap mengutamakan aspek faktor keselamatan, keamanan, kenyamanan penerbangan,” ujarnya.

Batik Air juga berterima kasih kepada regulator, pemerintah setempat, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, serta berbagai pihak dan mitra yang telah berkoordinasi, kerjasama sehingga pelaksanaan penerbangan perdana Batik Air ke Berau berjalan lancar dan tepat waktu.

Batik Air optimis, perjalanan udara Soekarno-Hatta ke Kalimarau berkisar dua jam dan 30 menit atau non-stop dapat memberikan nilai lebih kepada seluruh tamu seperti pebisnis dan wisatawan dalam bepergian lebih efektif, memiliki alternatif baru layanan penerbangan serta kesempatan untuk melanjutkan perjalanan ke kota lain semakin banyak.

Para tamu lebih mudah untuk menjelajahi keragaman Indonesia dengan pilihan penerbangan melalui Terminal 2E Soekarno-Hatta. Tersedia koneksi perjalanan (connecting flight) bersama Batik Air dan Lion Air Group ke 10 Destinasi Bali Baru serta 5 Super Prioritas serta kota tujuan lain, seperti Medan, Aceh, Silangit-Danau Toba, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jambi, Tanjung Pandan, Jakarta, Yogyakarta Kulonprogo mulai 29 Maret 2020, Solo, Semarang, Malang, Surabaya, Denpasar, Lombok, Labuan Bajo, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Kendari, Wangi-Wangi di Wakatobi, Manado, Ternate, Morotai.

Demikian juga para tamu dari berbagai kota dapat transit melalui kota-kota tersebut guna kemudahan berkunjung ke Berau.

Pembukaan rute ke Berau menjadi bagian keseriusan Batik Air dalam mengakomodir kebutuhan layanan penerbangan, pengembangan bisnis perusahaan serta mendukung program pemerintah dalam menggeliatkan pariwisata dan pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Berau adalah salah satu kabupaten di Kalimantan Timur, menyimpan beragam pesona dan masih tersembunyi. Konon, khususnya turis milenial wajib eksplorasi karena banyak yang dapat dilakukan, terutama snorkeling dan diving, apalagi dikolaborasikan keindahan pantai dengan air jernih hijau kebiruan, kekayaan bawah laut lengkap gugusan pulau-pulau kecil.

Pelancong juga bisa ke Pasar Sanggam Adji Dilayas yang dikenal sebagai surga belanja bagi pengunjung dan masyarakat lokal. Jangan lupa mencicipi bubur pedas, makanan unik ini terdiri kelapa goeing, santan kerang, labu, kacang tanah, ebi, daun labu, daun kacang panjang.

Berau menjadi kota ketiga Batik Air di Kalimantan Timur setelah Balikpapan – Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (BPN) dan Samarinda – Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (AAP), serta kota keenam di Pulau Kalimantan setelah Balikpapan, Samarinda, Palangkaraya – Bandar Udara Tjilik Riwut (PKY), Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor (BDJ) dan Tarakan – Bandar Udara Internasional Juwata (TRK).

Batik Air senantiasa terus mengembangkan konsep full-service sejalan meningkatkan jaringan serta kualitas layanan dengan tetap mengedepankan faktor keselamtan dan keamanan (safety first).

“Hingga kini Batik Air melayani lebih dari 45 destinasi domestik dan internasional, mempunyai frekuensi penerbangan mencapai lebih dari 350 perhari,” ungkapnya.

Batik Air mencatatkan rata-rata OTP 92.63% dengan kekuatan armada yang dioperasikan terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), satu Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi).(rls)

Penulis : manajemenlionairgroup

Editor : yas