Tekan Stunting, Pemkab Gorontalo Utara Gelar Program Konseling PMBA

Gorontalo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, melalui Dinas Kesehatan, berupaya menekan stunting atau kondisi anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya, dengan menggelar program konseling Pemberian Makanan bagi Bayi dan Anak (PMBA).

Seperti yang dilakukan di Puskesmas Kwandang, di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Rabu.

Puskesmas di lintas Sulawesi itu, menggelar konseling PMBA yang diikuti para kader kesehatan dari setiap Posyandu.

“Mereka dilatih untuk menjadi konselor yang akan mengajarkan para ibu hamil dan ibu yang memiliki anak di usia emas 0 sampai 24 bulan, tentang bagaimana cara memberi asupan makanan bergizi untuk menjaga kesehatan, mencegah stunting dan gizi buruk, serta berperilaku hidup sehat, seperti cuci tangan sebelum makan,” ujar Yulianita Pulukadang, selaku Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan, juga pengajar program PMBA di daerah itu.

Yulianita mengatakan, data bulanan dari tiap Puskesmas di daerah itu, menunjukkan angka rata-rata kasus stunting di setiap wilayah cakupannya, mencapai 11 persen lebih.

Bahkan di Puskesmas Dulukapa, Kecamatan Sumalata, angka stunting dilaporkan mencapai diatas 20 persen.

Maka program PMBA juga bertujuan mencegah kenaikan kasus stunting di daerah ini.

Puskesmas Kwandang yang ada di pusat ibu kota kabupaten, diharapkan mampu menekan stunting, melalui program perdananya.

Mereka bahkan telah memiliki ikon yang dinamai “Radar Ceting” (Masyarakat Sadar Cegah Stunting).

Memanfaatkan dana yang dimiliki, bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), kata Yulianita, Puskesmas Kwandang diharapkan berhasil membentuk para kader kesehatan menjadi konselor terlatih untuk memberi informasi dan melatih para ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi 0 sampai 24 bulan, agar hidup sehat bebas stunting.

“Diharapkan Puskesmas Kwandang memiliki gerakan yang sama dengan puskesmas lainnya seperti Puskesmas Atinggola, Gentuma, Sumalata, Dulukapa, Buloila, Tolinggula dan Limbato, yang telah berhasil melaksanakan program PMBA,” ujar Sarjana Ilmu Gizi tersebut.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kwandang, Yuliana Mizar mengatakan, pelatihan konseling PMBA ditargetkan mampu membentuk para kader kesehatan menjadi penggerak di setiap desa, untuk mencegah stunting.

Kegiatan itu juga untuk memancing perhatian Pemerintah Desa agar bisa menganggarkan program tersebut melalui dana desa.

Harapannya, semakin banyak kader kesehatan di setiap posyandu, dapat menjadi konselor PMBA.

Saat ini Puskesmas Kwandang, kata Yuliana, belum melatih seluruh kader kesehatan di wilayah cakupannya, karena keterbatasan anggaran.

“Belum semua kader posyandu ikut dalam pelatihan ini,” ucapnya.

Ia berharap, Puskesmas dan Pemerintah Desa dapat bekerja sama menggelar program PMBA, memanfaatkan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten yang ada di Puskesmas, serta dana desa melalui program kesehatannya, untuk dapat memaksimalkan program ini, agar menjangkau seluruh kader kesehatan di setiap posyandu. (Ant)