Total PDP COVID-19 di Bengkulu Bertambah Jadi Tiga Orang

Bengkulu – Hingga Sabtu (21/3), total pasien dengan pengawasan atau PDP virus korona jenis baru atau COVID-19 dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit di Provinsi Bengkulu berjumlah tiga orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Lisyenti Bahar mengatakan, jumlah PDP ini bertambah satu orang setelah sebelumnya pada Jumat (20/3) hanya dua orang.

Tambahan satu PDP tersebut yakni perempuan berusia 60 tahun warga Kota Bengkulu. Ia saat ini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu.

Kata Lisyenti pasien tersebut memiliki riwayat kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Yogyakarta.

“Kita belum dapat data ril mengenai riwayatnya. Itu baru keterangan pasien dan tidak bisa dijadikan kesimpulan. Saya akan berkoordinasi sama Dinkes Yogyakarta untuk menelusuri kebenarannya,” kata Lisyenti di Bengkulu, Sabtu.

Lisyenti menjelaskan, pemerintah saat ini sudah memiliki sistem untuk melacak siapa-siapa saja yang kontak dengan pasien yang dinyatakan positif COVID-19. Sistem tersebut merupakan penyimpanan data pasien positif diseluruh dunia yang terhubung dengan WHO.

Kata Lisyenti, pihak RSMY Bengkulu sudah mengambil sampel dahak pasien untuk dilakukan uji swab. Sampel ini akan dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan untuk mengetahui apakah pasien tersebut positif COVID-19 atau tidak.

“Spesimennya sudah diambil, besok kita kirim. Idealnya tiga hari hasilnya sudah keluar, tapi karena sekarang se Indonesia yang mengirim, jumlahnya ribuan kemungkinan bisa lebih tiga hari,” papar Lisyenti.

Pasien dirawat di ruang isolasi karena mengalami gejala mirip COVID-19 seperti demam, batuk dan sakit tenggorokan. Pihak rumah sakit juga telah melakukan pemeriksaan radiologi terhadap paru-paru pasien dan hasilnya menunjukkan adanya gejala pneumonia.

Hingga saat ini total kasus PDP di Provinsi Bengkulu berjumlah tiga kasus. Sedangkan kasus ODP atau orang dalam pemantauan berjumlah 17 kasus. Sebelumnya, pada Jumat (20/3) kasus ODP hanya 13 kasus.

Tambahan empat kasus ODP Sabtu (21/3) yakni perempuan usia 30 tahun di Bengkulu Selatan, laki-laki usia tiga tahun di Kota Bengkulu, laki-laki usia 42 tahun di Kota Bengkulu, perempuan usia delapan tahun di Kota Bengkulu.

“Hari ini ada penambahan kasus ODP sebanyak empat kasus dan satu PDP. Empat tambahan ODP itu tidak ada yang dirawat, mereka hanya pemantauan di rumah masing-masing,” jelas Lisyenti.(Ant)