Wartadaerah.com, Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan tidak ada praktik jual beli jabatan dalam menentukan posisi pejabat di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu.
“Saya tegaskan, tidak ada jual beli jabatan, baik sebelumnya, saat ini, maupun ke depan. Jika ada yang meminta atau menawarkan, segera laporkan,” kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Rabu.
Helmi mengatakan itu merespon isu-isu yang marak beredar di masyarakat lewat media sosial. Beberapa isu yang direspon Helmi Hasan seperti dugaan praktik jual beli jabatan, efisiensi anggaran nasib PPPK hingga terkait soal harga BBM Pertamina per 1 April 2026.
Soal jual beli jabatan, dia menyoroti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah oleh oknum di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu maupun dinas lainnya.
“Ketika isu ini beredar, kita sebagai pejabat publik tidak boleh tinggal diam. Harus respons cepat, panggil pihak terkait, telusuri, dan selidiki. Bukan hanya isu ini, apa pun persoalannya harus ditangani dengan cepat,” kata dia.
Gubernur Helmi Hasan memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah. Gubernur menjelaskan persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama para kepala sekolah dan pihak terkait guna memastikan tidak ada praktik yang mencoreng dunia pendidikan.
Terkait, efisiensi anggaran menurut dia tidak ada pemutusan hubungan kerja terhadap PPPK, penerapan bekerja dari rumah atau dari mana saja, termasuk penerapan rapat secara daring akan lebih sering dilaksanakan karena dinilai tetap efektif sekaligus lebih efisien.
Kemudian, isu lain yang direspon Helmi tentang kabar simpang siur terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut berlaku mulai 1 April 2026.
“Sudah kami konfirmasi kepada Pertamina bahwa tidak ada kenaikan harga BBM. Yang diterapkan adalah pembatasan,” ucapnya.
Helmi Hasan menegaskan pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat harus merespons cepat berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. (Red)























