Lelangkan Agunan, Nasabah Bank Gugat BRI, KPKNL Bkl, Gede Ari Gelana & BPN-BU

Bengkulu, wartadaerah.com – Upaya pencarian keadilan  atas penjualan & pelelangan jaminan  pinjaman  dilakukan salah seorang nasbah bank rakyat indonesia, di Bengkulu, tepatnya Bengkulu Utar.

Mahyudin melalui pengacaranya Adv. Eka Septo, SH.MH. CMe & Jejen Sukrilah, SH. MA, resmi mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, Cabang Argamakmur (tergugat I), KPKNL Bkl (tergugat II), Gede Ari Gelana (tergugat III) & Kantor Pertanahan Bkl Utara (turut tergugat III) 16/11 2021

Dalam keteranganya yang diterima awak median ini,  Eka Septo, SH.MH menjelaskan,

Bahwa gugatan ini di ajukan karena Penggugat merasa hak Keperdataan Penggugat dilanggar oleh Tergugat atas Penjualan/Lelang agunan kredit penggugat oleh tergugat I & II, yang dibeli oleh tergugat III.

Dari proses penjualan & lelang tersebut banyak ditemukan kejanggalan, unprosedural & bertentangan hukum,

” kami Meyakini untuk secara umumnya banyak Hak Keperdataan Penggugat dilanggar oleh para Tergugat, semisalnya hak mendapatkan perlakuan yg jelas, jujur & baik, dan prisnipnya hak sebagai nasabah untuk diperlakukan sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku, namun yang terjadi sebaliknya bahwa penggugat merasa & menduga kuat diperlakukan oleh para tergugat dengan semena -mena atau zolim dengan cara melawan hukum, yg itu penggugat yakini bahwa perbuatan para tergugat tersebut adalah telah melawan hukum yg terkesan zolim yg itu tentu tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku maupun ketentuan hukum Tuhan/ syariat kita.” Jelas Eka Dala Rilisnya.

Lebih lanjut  Kuasa Hukum Mahyudin  menjelaskan Kronologi perkara ini hingga harus di lanjutkan ke jalan hukum,

” Untuk diketahui, bahwa asal muasal masalah ini muncul berawal dari pinjaman kredit Penggugat yang ke tiga kalinya kepada Tergugat I pada tahun 2018, namun karena bencana nasional yaitu pandemi covid19 melanda mulai thn 2019, maka pembayaran kredit terjadi macet karena penggugat juga mendapat dampak dari pandemi tersebut, lalu penggugat telah berupaya meminta keringanan sperti minta restrukturisasi atau keringan cicilan kredit dg tergugat I, tapi tdk di respon & tindak lanjutnya, malahan tergugat terkesan bersikap arogan pada penggugat sperti hrs melunasi sluruhnya, Padahal Penggugat sebelum thn 2018 sudah dua kali minjam dengan tergugat I dan semua berjalan lancar tanpa ada tunggakan yg berarti apapun, inilah yang terkesan arogan & zolimnya tergugat yang dirasa penggugat. ” Jelas Eka

Terkait gugatan perdata yang diajukan kuasa hukum mahyudin mengatakan,

Dari hal tersebutlah maka guna untuk mendapat & mencari keadilan maka penggugat menggugat Para Tergugat di Pengadilan agar para tergugat dinyatakan dan dihukum atas perbuatan para para Tergugat tersebut, baik perbuatan administrasi maupun akibat hukum atas administrasin yg dibuatnya

Selain itu kami juga menuntut & meminta para Tergugat utk dihukum membayar ganti rugi kepada penggugat senilai Rp. 1.400.000.000,- (satu miliar empat ratus juta rupiah) karena perbuatan para Tergugat kami nilai telah banyak menimbulkan kerugian bagi penggugat.
Dan Itulah konsekuensi hukum yang harus mreka pertanggung jawabkan baik dunia maupun akhirat.

Atas hal tersebut diatas apabila & Jika benar mreka Melawan Hukum dan zolim maka sanksi atau azab di akhirat lebih ngeri lagi yg akan di alami mereka.

Insya allah sidang pertama pada hari Kamis tgl 02 Desember 2021 pukul 09.Wib. di Pengadilan Negeri Argamakmur. Jelasnya.

Sementara itu sampai berita ini diturunkan  pihak tergugat belum bisa dihubungi oleh awak media  guna dimintak penjelasanya.(*)