Presiden : pemberdayaan ekonomi Harus mendapat prioritas dalam PKH

Garut, – Presiden Joko Widodo meminta pemberdayaan ekonomi keluarga penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

“Saya titip agar yang namanya pemberdayaan ekonomi diberikan prioritas,” kata Presiden Jokowi saat acara penyaluran bantuan sosial PKH di Gedung Serbaguna Mandala Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Presiden meminta para warga penerima bantuan sosial itu menanyakan kepada para SDM pendamping PKH jika ada kesulitan.

“Nanti kalau ada hal-hal yang memang sulit dan harus ditanyakan, tolong tanyakan kepada SDM pendamping SDM PKH. Mereka ini mendampingi, pintar-pintar, sudah tahu apa yang harus dikerjakan,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara menyebutkan pelaksanaan PKH sudah berjalan empat tahun dan saat ini ada sejumlah perbedaan dibanding sebelumnya.

“Kalau dulu kan dapatnya Rp1.890.000. Betul enggak? Nah tahun ini memang berubah. Ada yang dapat dua kali lipat, ada yang dapat tiga kali lipat, ada yang dapat seperti yang tadi disampaikan Pak Menteri Sosial Rp9 juta karena memang memakai indeks,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan untuk pemberdayaan ekonomi, dana bantuan itu dapay dipakai misalnya untuk modal membuka warung kelontong di rumah.

“Bisa juga dipakai untuk modal jualan nasi uduk di rumah, jualan gorengan. Nggak apa-apa karena itu akan lebih lestari dan memberikan manfaat yang rutin kepada keluarga kita,” kata Presiden.

Ia mengapresiasi ibu-ibu yang memulai usaha dengan membuat peyek teri dan menjualnya.

“Seperti di depan tadi saya beli peyek teri harganya Rp20.000 satu bungkus. Ada peyek kacang satu bungkus Rp20.000. Ini memberikan tambahan income bagi keluarga kita,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para SDM pendamping PKH yang bekerja keras mendampingi para penerima manfaat PKH.

“Kita ingin tahun depan PKH ini kita tambah lagi. Karena kalau kita lihat bermanfaat, ini harus ditambah biar manfaatnya betul-betul dirasakan oleh kita semua,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya Presiden menyebutkan ada tiga sasaran PKH yaitu untuk kepentingan sekolah atau pendidikan anak, kepentingan anak yang cerdas, pintar, dan sehat, serta untuk meningkatkan ekonomi keluarga. (Ant)