Pemprov Kalsel Dukung Rencana Penataan Lingkungan Berbasis Ekoregion

Banjarmasin, wartadaerah.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera menyusun rencana aksi penataan lingkungan berbasis ekoregion untuk mengurangi dampak kerusakan banjir serta pengamanan lingkungan hidup di Kalsel.

Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Roy Rizal Anwar di Banjarmasin, Jumat, mengatakan strategi khusus yang akan dilakukan Pemprov Kalsel dalam menata lingkungan, antara lain mengurangi luas genangan, lama genangan, kerugian ekonomi, dan menghilangkan kerugian nyawa (zero victim).

Ekoregion adalah wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup.

Pernyataan Roy tersebut menanggapi ekspose hasil kajian yang disajikan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK Hanif Faisol Nurafiq terkait dengan penataan lingkungan Kalsel.

Menurut Roy, kajian KLHK bisa menjadi solusi atas banjir yang menimpa provinsi ini sebelumnya, termasuk banjir pada awal 2021 yang menimbulkan kerugian cukup besar.

“Dalam kajian dijelaskan berbagai rencana aksi pengamanan lingkungan hidup berbasis ekoregion untuk mengurangi dampak kerusakan banjir serta memberikan strategi pengamanan lingkungan hidup di Kalsel,” katanya.

Melihat dari hasil pemodelan banjir di DAS Barito yang telah dilakukan berdasarkan citra sentinel, dapat dipetakan beberapa skenario dengan tingkat reduksi yang berbeda sesuai dengan intervensi yang dilakukan.

“Kajian ini penting karena rencana aksi yang termuat di dalamnya akan menjadi rekomendasi terhadap kebijakan daerah,” katanya.

Kebijakan itu, antara lain pengamanan lingkungan hidup, lebih fokus lagi penanggulangan bencana banjir yang akan diintegrasikan pada rencana pola ruang, RTRW dan KLHS RPJMD Kalsel.

Upaya bersama yang telah dilakukan ini diharapkan terus terjalin dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat akan taget-target yang ditetapkan tercapai.

Tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pengakuan dari kementerian/lembaga lain terhadap kajian ini.

“Saya harap kajian ini betul betul mengurai permasalahan mendasar dari sebab terjadinya banjir di awal 2021 lalu,” ujar Roy.

Pemprov Kalsel sudah melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan lingkungan melalui beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai sektor atau SKPD terkait.

Upaya dimaksud antara lain penataan, dengan fokus pemulihan kerusakan lingkungan dan penetapan prioritas lokasi pemulihan kerusakan lingkungan. Selain itu, pemulihan secara vegetatif, pemulihan secara sipil teknis, dan pendekatan sosial, serta pendekatan umum.

Sebelumnya, Roy menghadiri ekspose Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, terkait upaya penataan lingkungan Kalsel yang juga diikuti pimpinan SKPD terkait dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel dan jajaran Pemprov Kalsel .

Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK Hanif Faisol Nurafiq mengatakan tindak lanjut dari kegiatan ekspos ini terbangunnya sinergi lintas sektor secara menyeluruh.

“Pemerintah pusat mengharapkan langkah-langkah strategis pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota dalam melakukan rencana aksi yang sudah ada,” katanya.

Ia mencontohkan Kalsel yang rawan banjir. Langkah penting dilakukan adalah penerapan strategi manajemen kebencanaan yang terukur dan sesuai kondisi daerah karena penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus melibatkan banyak pihak.

“Semua kegiatan tata kelola lingkungan terlebih penanganan bencana perlu ditangani secara kolaborasi melibatkan semua komponen,” katanya.(Ant)