Harga Tahu di Kudus Masih Stabil

Kudus – Harga jual tahu di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih stabil meskipun harga jual kedelai impor saat ini mengalami kenaikan secara signifikan menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Bambang, salah seorang pengusaha tahu asal Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu, mengakui hingga saat ini harga jual tahu masih tetap sama sebelum ada kenaikan harga jual kedelai impor. Kenaikan harga jual kedelai impor, kata dia, memang tinggi karena sebelumnya hanya berkisar Rp7.000 per kilogram kini naik menjadi Rp7.500/kg.

Jika sebelum ada kenaikan harga jual kedelai, kata dia, harga tahu per papan berkisar Rp23.000, sedangkan saat ini harga jualnya masih sama.

Ia mengakui belum berani menaikkan harga jual tahu karena di pasaran harga jualnya juga belum ada kenaikan.

“Jika dinaikkan, khawatir tidak laku di pasaran,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, dirinya juga tidak berani mengurangi komposisi bahan bakunya karena pelanggannya dipastikan akan protes dan bisa beralih ke pembeli lainnya.

Menurut dia, untuk sementara lebih baik menunggu perkembangan harga jual kedelai impor karena ketika nilai tukar rupiah semakin menguat dipastikan harga jual kedelainya juga menurun.

Imronah, pedagang tahu lainnya asal Pedawang, Kecamatan Bae, mengakui hal serupa bahwa harga jual tahu hingga sekarang masih tetap sama sebelum ada kenaikan harga jual kedelai impor.

Untuk setiap papan, kata dia, tahunya dijual Rp25.000 dengan isi 50 biji.

“Kalaupun ada kenaikan harga, kami masih menunggu hasil kesepakatan dengan paguyuban pengusaha tahu apakah akan dinaikkan atau menunggu perkembangan harga jual kedelai,” ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, harga jual kedelai impor memang berfluktuasi karena saat kondisi normal harganya berkisar Rp6.000/kg, kemudian akhir Agustus 2018 sempat naik menjadi Rp7.000/kg dan saat ini naik menjadi Rp7.500/kg. Pengusaha tahu maupun tempe juga bisa menggunakan kedelai lokal karena saat ini juga tersedia, namun harganya juga ikut terdongkrak naik menjadi Rp7.300/kg. (Ant)