Kota Bengkulu – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menyebutkan bahwa pembangunan jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu, tepatnya di ruas jalan Bengkulu -Taba Penanjung telah mencapai konstruksi 100 persen.
Direktur Operasi III HKI Selo Tjahjono di Bengkulu, Kamis, mengatakan bahwa tol tersebut juga telah menjalani Uji Laik Fungsi (ULF) pada 13-14 April 2022 dan saat ini tengah menunggu surat keputusan laik operasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelum dioperasikan atau difungsionalkan.
Dengan panjang 17,6 kilometer, tol pertama di Provinsi Bengkulu tersebut memiliki rencana kecepatan 80 km/jam serta waktu tempuh lebih kurang 15 menit dari Bengkulu ke Taba Penanjung. Sebelumnya memakan waktu sekitar satu jam.
“Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung ini akan memberlakukan sistem one gate, yaitu dengan melakukan satu kali tapping di GT Bengkulu di Betungan,” kata Selo.
Selain itu, tol tersebut memiliki sejumlah jembatan, dua simpang sebidang dan satu buah interchange serta konstruksi yang membelah bukit dan menyeberangi lembah serta sungai.
Selo mengemukakan, pihaknya juga membuat lereng menggunakan sistem trap dengan ketinggian lima meter untuk mencegah terjadinya longsor, serta menanam vegetasi di permukaan lereng untuk memperlambat kecepatan aliran air di permukaan guna mencegah erosi, menjaga nilai porositas dan permeabilitas tanah, mengikat tanah dan membantu menurunkan tegangan air pori melalui proses transpirasi.
Jenis vegetasi yang ditanam tergantung dari jenis tanah asli, yaitu solid sodding untuk tanah merah, hydroseeding (metode jaring) untuk tanah napal putih, penanaman rumput vetiver untuk tanah merah kemiringan kurang lebih 1:2 dan juga pasangan batu untuk tanah napal hitam.
“Proteksi lereng harus dilakukan di proyek Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung untuk mencegah erosi yang akan mengganggu operasional jalan tol nantinya,” ujarnya.
Untuk konstruksi pondasi jembatan, pihaknya menggunakan beberapa tipe pondasi dalam seperti bore pile dan tiang pancang beton. (Ant)

























