Wartadaerah.com, Bengkulu – Provinsi Bengkulu kembali mencatat posisi yang kurang menggembirakan dalam laporan kemiskinan terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Per Maret 2025, persentase penduduk miskin di Bengkulu mencapai 12,08 persen atau sekitar 252,97 ribu orang, menjadikannya provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Pulau Sumatera, setelah Aceh.

Angka tersebut masih jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada kisaran 8,47 persen, dan menandakan bahwa Bengkulu masih menghadapi tantangan serius dalam pengentasan kemiskinan, khususnya di daerah perdesaan.

Bila dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, posisi Bengkulu cukup mengkhawatirkan. Berikut perbandingan tingkat kemiskinan di Sumatera per Maret 2025:

Provinsi Tingkat Kemiskinan (%)
Aceh 12,33%
Bengkulu 12,08%
Sumatera Selatan 10,15%
Lampung 10,00%
Sumatera Utara 7,36%
Jambi 7,19%
Riau 6,16%
Sumatera Barat 5,35%
Kepulauan Riau 4,44%

Dengan angka tersebut, Bengkulu tidak hanya berada di posisi kedua terbawah, tetapi juga mencatat tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibanding provinsi-provinsi dengan wilayah geografis yang lebih luas dan kompleks seperti Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Kemiskinan Perkotaan Naik, Perdesaan Menurun

Meski secara total ada penurunan jumlah penduduk miskin dibandingkan September 2024, tren di wilayah perkotaan justru mengalami peningkatan.
Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di perkotaan naik menjadi 12,34 persen, dibanding 12,32 persen pada September 2024. Sementara itu, di perdesaan justru turun dari 12,63 persen menjadi 11,95 persen.

Jumlah penduduk miskin di kota bertambah sekitar 0,7 ribu orang, sedangkan di desa berkurang 8,9 ribu orang. Penurunan di perdesaan dipengaruhi oleh perbaikan akses bantuan sosial, program padat karya, dan panen raya yang berhasil di beberapa wilayah.

BPS juga mencatat bahwa Garis Kemiskinan di Bengkulu per Maret 2025 berada di angka Rp683.820,- per kapita per bulan. Angka ini terdiri dari:

  • Garis Kemiskinan Makanan: Rp503.475,- (73,63%)
  • Garis Kemiskinan Non-Makanan: Rp180.345,- (26,37%)

Dengan rata-rata rumah tangga miskin memiliki 4,59 orang anggota, maka untuk bisa keluar dari garis kemiskinan, sebuah rumah tangga di Bengkulu harus memiliki pengeluaran minimal Rp3.138.734,- per bulan.

Meski begitu, secara tren jangka panjang, tingkat kemiskinan di Bengkulu menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bila pada Maret 2024 jumlah penduduk miskin mencapai 281,36 ribu orang, maka pada Maret 2025 jumlahnya berkurang menjadi 252,97 ribu orang—penurunan sebesar 28,39 ribu orang dalam setahun. (**)