SAR Bengkulu pastikan personel-peralatan siap hadapi gempa megathrust

Wartadaerah.com, Bengkulu – Kantor SAR Bengkulu memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi bencana, termasuk gempa bumi megathrust dan tsunami di wilayah itu.

“Ketika terjadi bencana, tentunya memiliki peran yang sangat penting dan tidak bisa bekerja sendiri, harus berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait, maupun masyarakat termasuk nelayan,” kata Kepala Kantor SAR Bengkulu Muslikun di Bengkulu, Jumat.

Dia menjelaskan kesiapan evakuasi di wilayah kerja SAR Bengkulu didukung sejumlah armada dan peralatan yang memadai untuk operasi pencarian dan pertolongan, antara lain kesiapan Rescue Boat (RB) 213 Bengkulu dengan panjang 36 meter serta peralatan pendukung seperti Rigid Buoyancy Boat (RBB) dan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk evakuasi di perairan.

Menurut dia, seluruh peralatan tersebut dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk operasi penyelamatan.

Selain peralatan, lanjutnya, kesiapan personel juga menjadi prioritas utama dalam mendukung respons cepat terhadap situasi darurat di lapangan. Ia menegaskan seluruh personel SAR Bengkulu dalam kondisi siap untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Kesiapan personel maupun peralatan, kami nyatakan siap. Namun kita berharap kejadian ini tentunya tidak terjadi,” katanya.

Basarnas Bengkulu juga menerapkan sistem siaga selama 24 jam penuh dalam tujuh hari untuk memastikan respons cepat dalam kondisi darurat.

Personel ditempatkan secara bergantian baik di kantor maupun di kapal guna memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga setiap saat.

Ia menyebutkan simulasi bencana yang digelar pada 17-18 April 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami.

“Kami tetap siaga selama 1×24 jam dan tujuh hari dalam seminggu, baik di kapal maupun di kantor untuk hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia berharap simulasi yang dilakukan dapat meningkatkan kewaspadaan semua pihak, meskipun bencana yang disimulasikan diharapkan tidak benar-benar terjadi di Provinsi Bengkulu. (Red)