WartaDaerah.com, Banda Aceh – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Persiapan huntara dilakukan seiring penanganan darurat yang masih berjalan di tiga provinsi tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB) Abdul Muhari mengatakan, untuk Provinsi Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, sebanyak dua kabupaten sudah mengusulkan lokasi huntara. “Saat ini sedang kita lihat dan kaji aspek keamanannya. Tentu saja hunian sementara yang kita harapkan nanti bisa berkembang menjadi hunian tetap. Ini harus bisa kita jamin dari potensi bencana serupa di masa depan. Ini masih dilakukan kajian tentu saja tidak akan terlalu lama kami bekerjasama dengan Badan Geologi dan BMKG,” kata Abdul Muhari di Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025).
Abdul menambahkan, untuk di Sumatra Utara, sebanyak tujuh kabupaten/kota yang terdampak cukup signifikan, sudah mengusulkan dokumen pembangunan huntara, lengkapa dengan lokasi dan jumlah unit. Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan secara dokumen sudah mengajukan berapa unit huntara yang dibutuhkan. “Khusus untuk Tapanuli Utara saat ini sudah dimulai proses pematangan lahan. Jadi lokasi sudah dilihat di asesmen dari sisi keamanan dan saat ini sudah mulai pematangan lahan untuk bisa segera dilakukan pembangunan huntara,” ujar Kepala Pusdatin BNPB.
Sementara itu, di Sumatra Barat, sudah ada usulan untuk pembangunan huntara. “Bahkan, perhari ini, itu sudah dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan huntara di Korong Asam Pulau, Negeri Anduring, Kabupaten Padang-Pariaman untuk 34 KK,” ungkap Abdul Muhari.
“Jadi memang untuk skala bencananya di beberapa tempat di Sumatra Barat, ini fase tanggap darurat bisa langsung kita push masuk ke fase recovery. Dan untuk daerah-daerah yang sudah siap dengan lokasi huntaranya, salah satunya di Sumatra Barat di Kabupaten Padang-Pariaman, perhari ini sudah dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan hunian sementara,” tambahnya.
BNPB mengharapkan proses pemulihan paralel antara pemerintah ousat, BNPB, Kementerian PU, dan segenap kementerian lainnya, bersama pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota. “Kita sudah mulai harus melihat dan mencari lokasi-lokasi yang memang cocok dan aman secara pertimbangan hidrologis untuk kita jadikan huntara yang nantinya akan berkembang menjadi hunian tetap,” pungkas Abdul.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana di Sumatra dan Aceh. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa proses pembangunannya masih membutuhkan waktu.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat mengunjungi korban banjir di Posko Pengungsian Masjid Besar Al Abrar, Takengon, Aceh Tengah, pada Jumat (12/12/2025). “Nanti ada hunian sementara dan hunian tetap yang sudah kita rencanakan. Sudah kita alokasikan anggarannya, tapi butuh waktu,” ujar Prabowo.
Presiden meminta kesabaran dari masyarakat terdampak dan menjamin bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk membantu mereka melewati masa sulit ini. “Kami mohon kesabaran. Kita sudah bekerja sebaik-baiknya. Pasti kita akan bantu, tenang saja,” kata Presiden Prabowo. (Red)




























