WartaDaerah.com, Agam – Harapan kembali menyala bagi lebih dari 1.500 warga yang terisolasi akibat bencana banjir dan longsor di Kampung Tamtaman, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Setelah hampir sepekan tanpa listrik, air bersih, dan pasokan makanan, wilayah ini akhirnya berhasil dijangkau oleh tim gabungan Brimob dari Polda Riau dan Polda Sumbar.
Tim gabungan ini bergerak membawa logistik, alat berat, dan semangat kemanusiaan tinggi. Mereka berjibaku selama dua hari untuk menembus 11 titik longsor yang menutup akses jalan utama penghubung Kecamatan Palembayan menuju Nagari Silungkang dan Kota Bukittinggi.
Menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, pembersihan jalur dilakukan dengan alat berat ekskavator milik Brimob Polda Riau. Namun, medan berat memaksa tim berjalan kaki menyusuri lumpur sejauh 2 kilometer, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki 3 kilometer untuk mencapai pemukiman warga di kaki bukit.
Pada Rabu (3/12/2025) siang, alat berat berhasil menembus titik terakhir, membuka akses ke empat jorong: Jorong Gumarang I, Gumarang II, Silungkang, dan Tamtaman di Nagari Koto Silungkang.
Ratusan warga menyambut tim dengan antusias. Distribusi bantuan segera dilakukan, termasuk pengiriman logistik menggunakan sepeda motor modifikasi yang dilengkapi keranjang besar.
Bantuan yang disalurkan antara lain beras, mie instan, susu, biskuit, popok bayi, serta kebutuhan khusus untuk bayi dan lansia.
“Kami dari Brimob Polda Riau, Jambi, dan Sumbar membuka akses ke wilayah yang sebelumnya terputus. Alhamdulillah, kami berhasil menembus 11 titik longsor. Di lokasi ini ada sekitar 1.500 jiwa,” jelas Kombes Anom.
Kombes Anom menegaskan bahwa operasi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara, dan pihaknya akan terus bekerja hingga seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau sepenuhnya.
“Ini adalah misi kemanusiaan. Kami masih akan terus lanjut hingga semua akses pulih dan bantuan tersalurkan ke seluruh warga,” pungkasnya. (Red)



























