Bengkulu, Wartadaerah.com – Berdasarkan surat edaran bersama kemenkeu dan kementrian PDTT Nomor 08/PK/2021 dan Nomor 02/PDP/2021 tentang optimalisasi dan percepatan pelaksanaan bantuan langsung tunai (BLT) tahun anggaran 2021, bahwa dana desa (DD) tahun 2021 wajib digunakan untuk BLT Desa yang diberikan kepada keluarga tidak mampu atau miskin yang diputuskan melalui musyawarah desa dengan hasil penetapan untuk keluarga penerima manfaat (KPM).
Sebagai inplementasi dari program pemerintah tersebut pemerintah sumberjo kecamatan hulu palik kabupaten bengkulu utara menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tahap Ke II yang bersumber dari dana desa tahun anggaran tahun 2021, untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September bagi sebagian masyarakat yang terdampak COVID-19.
Bertempat di kantor desa sumberjo kecamtan hulu palik kabupaten bengkulu utara kegiatan pembagian BLT/DD di laksanakan Senen/30/0

8/2021 Pukul:09.00 WIB sampai selesai yang di serahkan langsung secara simbolis oleh kepala desa sumberjo Mulyono dan di bantu oleh panitia perangkat desa.
Adapun sasaran penerimanya adalah keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH), bantuan non tunai
(BPNT) dan bantuan sosial tunai (BST) yang tidak memiliki cadangan ekonomi yang cukup dan memadai, kepala desa sumberjo Mulyono ketika dibinjangi Awak media Wartadaerah.com menjelaskan untuk penerima bantuan langsung tunai ini berjumlah 50 orang kepala keluarga penerima manfaat, yaitu untuk bulan Juli Agutus, dan September harapannya peyaluran bantuan ini dalam rangka membantu masyrakat miskin yang terdampak COVID-19 terhadap sendi-sendi ekonomi dan kesehatan warga masyrakat sumberjo khususnya.
”Untuk hari ini Allhamdulillah sudah kita salurkan kepada 50 kepala keluarga penerima manfaat yaitu bulan Juli Agustus dan September, jadi mereka menerima selama sebanyak 3 bulan yaitu RP 900, semoga bantuan BLT dana desa ini dapat meringankan beban warga terutama dalam masa Pandemi ini dan dapat digunakan sebaik-baiknya,” Himbau Kepala Desa Mulyono kepada warganya.
Acara berlangsung sukses dan tetap mentaati protokol kesehatan dan warga secara bergantian menerima dana BLT yang bersumber dari dana desa tersebut. (Adv)



























