Disinyalir Adanya Upaya Kriminalisasi Advokat Terkait Pelaporan Investasi Bodong PT MPIP

Jakarta –  Wartadaerah.com | Upaya pembungkaman dengan modus mengkriminalisasi terhadap Advokat Alvin Lim, SH, MH(c), MSc, CFP, terkait buntut pelaporan yang dilakukan Nasabah PT Mahkota Properti Indo Permata Atas dugaan Investasi Bodong yang dilakukan Raja Sapta Oktohari (RSO) mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI)  dimana RSO dilaporkan ke pihak kepolisian atas investasi bodong dan dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang. Hal itu diutarakan Advokat Alvin Lim, SH, MH(c), MSc, CFP, kepada wartadaerah di Mabes Polri. Selasa (2/6).

Dijelaskan Alvin, disinyalir adanya upaya pembungkaman dengan modus mengkriminalisasi terhadap dirinya yang sedang membongkar dugaan pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang yang merugikan 5000 nasabah hingga mencapai Rp. 8 Triliun oleh PT Mahkota Properti Indo Permata milik Raja Sapta Oktohari (RSO). Dimana sebagai advokat memiliki hak imunitas mengacu pada Pasal 16 UU Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, yang tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya, dengan itikad baik untuk berbicara dengan pers atas nama kliennya. Apalagi bila apa yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang kuat.

“Indikasi kriminalisasi ini terasa kental, yang diwarnai adanya penyebaran informasi yang menyesatkan masyarakat dimana seolah-olah tuduhan dialamatkan pula terhadap Osman Sapta Odang. Padahal tuduhan terhadap Osman Sapta Odang sejatinya tidak pernah ada. Orang yang dilaporkan adalah RSO selaku pemilik dan Direktur Utama PT. MPIP ” ujar Alvin kepada wartawan.

Lanjutnya, kasusnya sendiri bermula ketika pada tanggal 9 April 2020, dirinya melaporkan secara resmi RSO ke Polda Metro Jaya atas dugaan pidana penipuan, penggelapan, tindak pidana perbankan dan pencucian uang yang merugikan kliennya sebesar Rp. 15.9 Milyar. Pelaporan tersebut ditanggapi oleh RSO melalui Kuasa Hukumnya Welfrid Silalahi, RSO melaporkan ke Polda Metro Jaya dengan Sangkaan pencemaran nama baik oleh pemilik akun media sosial LQ Indonesia Lawfirm yang mengumumkan perihal pelaporan dugaan pidana yang dilakukan oleh postingan Facebook LQ Indonesia Lawfirm atas UU ITE pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik. Terrkait kriminalisasi profesi advokat tersebut, dirinya akan secara kesatria menghadapi dan melawan. Upaya kriminalisasi diduga dilakukan oleh orang yang terancam kebobrokannya terbongkar lewat media.

Ditambahkan Alvin, akun Facebook LQ Indonesia semata-mata untuk kepentingan umum sebagaimana tertera 3/4 dari isinya adalah himbauan agar masyarakat berhati-hati. 1/4 nya adalah keterangan mengenai pelaporan pidana terhadap dugaan penggelapan, penipuan dan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh terlapor Raja Sapta Oktohari. Harus ada lawyer yang menjadi martir, berani dan vokal demi membela masyarakat. Agar eksistensi seorang advokat benar-benar dapat bermanfaat untuk penegakan hukum bagi klien itu sendiri

“Saya akan melawan dengan resiko apapun, demi membela kepentingan umum terutama membela hak-hak para korban investasi bodong yang sudah menimbulkan kerugian di masyarakat ” ucapnya.

Sementara itu, Advokat Hendra Onggowidjaja, SH, MH memberikan tanggapan bahwa lawyer seperti Alvin Lim langka. dan seharusnya pemerintah terutama aparat penegak hukum menaati pasal 16 Undang-Undang No 18 tahun 2003 tentang Advokat, Advokat yang sedang menjalankan tugas tidak dapat digugat pidana atau perdata. Ditambah lagi dengan pasal 50 KUHP yang menyatakan barangsiapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan ketentuan Undang-undang tidak dipidana.

“Postingan berisi pemberitaan tentang kasus yang ditangani terkait upaya penegakan hukum dan himbauan terhadap masyarakat agar yang menjadi korban mau lapor polisi. Ternyata postingan tersebut membuahkan hasil, 1 bulan kemudian 2 korban PT MPIP milik RSO kembali didampingi LQ Indonesia Lawfirm melaporkan RSO ke Polda Metro Jaya. Bahkan sekarang sudah ada 8 korban memberikan kuasa yang melapor ke LQ Indonesia Lawfirm untuk mengadukan perusahaan milik RSO secara pidana ” tutup Hendra. (Gun)