Empat Ketua DPD di PLT Rohidin, Kader Golkar: Otoriter dan Berdampak ke Pilgub

Foto: Gubernur Bengkulu Saat Melantik DPD II Partai Golkar Bengkulu Utara

Bengkulu Utara – Polemik partai Golkar Bengkulu Utara belum selesai setelah Ketua DPD Partai Golkar Bengkulu Utara, Aliantor Harahap berencana melakukan klarifikasi ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar karena hasil pleno yang dilaksanakan tanggal 5 November melarang reposisi pengurus daerah menjelang munas Partai Golkar. Jika klarifikasi belum berpihak, Aliantor juga akan mengajukan gugatan ke mahkamah Partai Golkar. Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Bengkulu Utara, Serandi Akal yang biasa dipanggil Randy Khal kepada media pada Sabtu, (09/11/2019).

“Hasil pleno DPP Partai Golkar sangat jelas, dilarang melakukan reposisi pengurus DPD menjelang Munas Partai Golkar,” ujar Randy Khal.

Menurut Randy Khal, dirinya akan mendorong Aliantor memperjuangkan haknya sebagai Ketua Golkar hingga 2021 melalui jalur yang diatur AD/ART Partai Golkar yaitu melalui Mahkamah Partai jika klarifikasi ke DPP menghasilkan keputusan yang tidak menguntungkan Aliantor.

“Mudah-mudahan surat klarifikasi ke DPP bisa ditindaklanjuti dan Aliantor kembali keposisinya semula yaitu sebagai ketua Partai Golkar Bengkulu Utara. Tapi, kita juga masih memiliki jalur lain yaitu mengajukan ke Mahkamah Partai,” tegasnya.

Dirinya bingung dengan kebijakan Ketua DPD Partai Golkar Bengkulu, Rohidin Mersyah yang cenderung otoriter dan diperkirakan akan merugikan dirinya dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur Mendatang.

“Rohidin ini cenderung otoriter dan melakukan politik ‘main kayu’. Ini sangat merugikan Partai Golkar. Entah siapa yang memberikan masukan kepada beliau. Setelah Ketua Lebong dan Bengkulu Tengah, sekarang ketua Seluma dan Bengkulu Utara yang di PLT. Secara politik, langkah ini akan blunder menjelang Pemilihan Gubernur. Kecuali Rohidin ada motif lain,” tegas Randy Khal lagi.

Ketika ditanya motif lain yang dimaksud, Randy Khal menduga Rohidin panik menghadapi dinamika Munas dan khawatir rekomendasi Partai Golkar tidak akan diterima olehnya jika tidak mendukung Ketua Umum terpilih di Munas mendatang.

“Dugaan kita, Rohidin ini main dua kaki untuk Munas. Apalagi Aliantor ini dikenal loyalis Airlangga Hartarto. Sebelumnya, Rohidin juga menunjuk unsur pimpinan di DPRD Kepahiang yang jelas-jelas hadir dan memberikan dukungan tertulis untuk Bambang Soesatyo beberpa waktu yang lalu,” tegas Randy Khal menutup pembicaraan kepada beberapa media. (A1)