KSP sebut kematian siswa di Bengkulu Utara tak terkait MBG

Wartadaerah.com, BU – Pemerintah menyebut kematian seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Ketahun, Bengkulu Utara, tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penegasan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari dalam konferensi pers di Gedung KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, sekaligus meluruskan isu yang sempat beredar di tengah masyarakat.

“Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa kematian siswa tersebut tidak berkaitan dengan program MBG,” katanya.

Qodari menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya siswa bernama Fatih, seraya menegaskan bahwa keselamatan anak-anak merupakan prioritas utama pemerintah.

Ia menekankan, setiap kejadian yang diduga berkaitan dengan program pemerintah selalu ditindaklanjuti secara serius dan menyeluruh.

Berdasarkan hasil investigasi, kata Qodari, siswa tersebut diketahui telah pingsan sebelum menyantap paket MBG yang dibagikan pada hari kejadian.

“Hasil pemeriksaan medis, CT Scan di Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan adanya pendarahan otak, bukan gejala klinis keracunan makanan,” katanya.

Dikatakan Qodari, hasil uji laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap sampel makanan di SPPG Giri Kencana menyatakan negatif dari bakteri berbahaya, termasuk E. Coli maupun cemaran lainnya.

Di tengah klarifikasi tersebut, Qodari juga memaparkan perkembangan program MBG yang hingga 2 Maret 2026 telah menjangkau 61,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Sepanjang Januari dan Februari 2026, tercatat 96 kejadian menonjol, dengan tren penurunan dari 52 kasus pada Januari menjadi 44 kasus pada Februari.

Sebagai langkah korektif dan preventif, pemerintah telah menghentikan sementara operasional 47 unit SPPG untuk evaluasi menyeluruh, mempercepat sertifikasi higienis meningkatkan pelatihan keamanan pangan, serta memperkuat pengawasan bersama pemerintah daerah dan instansi kesehatan. (red)