Pelaku Diduga Suami Korban, Tragedi Pembunuhan di Lebong Mulai Terkuak

Wartadaerah, Lebong – Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong. Seorang pengantin muda berinisial AZ (19) ditemukan tewas secara mengenaskan di kediamannya pada Kamis (5/2/2026).

Korban yang diketahui tengah mengandung tersebut diduga menjadi korban pembunuhan oleh suaminya sendiri, OY (23). Kepolisian setempat terus mengembangkan kasus ini. Informasi awal terkait insiden ini dihimpun dari berbagai sumber.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan rumah tangga. Pelaku mengaku emosi setelah ajakan untuk berhubungan suami istri ditolak oleh korban.

Penolakan tersebut memicu pertengkaran antara keduanya. Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku diduga mencekik korban hingga melemah, kemudian memaksanya berhubungan badan.

Situasi semakin memburuk ketika pelaku dilanda kepanikan. Karena takut perbuatannya terbongkar, pelaku mengambil pisau dapur dan menggorok leher korban hingga menyebabkan AZ meninggal dunia di tempat kejadian.

Usai kejadian, pelaku sempat berupaya menutupi perbuatannya dengan menyusun skenario seolah-olah tidak mengetahui apa yang terjadi. Ia bahkan menghubungi keluarga korban dan berpura-pura cemas, mengaku memiliki firasat buruk terhadap istrinya.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku sempat merasa perbuatannya tidak akan terungkap. Namun, hasil penyelidikan mengarah kuat kepada yang bersangkutan hingga akhirnya pelaku diamankan.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku menyatakan penyesalan atas perbuatannya. Ia mengakui bahwa tindakannya tidak hanya merenggut nyawa sang istri, tetapi juga janin yang dikandung korban, yang merupakan anaknya sendiri.

Hasil autopsi terhadap jasad korban mengungkap sejumlah temuan. Selain luka parah di bagian leher yang menjadi penyebab kematian, tim forensik juga menemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainnya.

Penyidik turut menemukan cairan pada organ intim korban. Hingga kini, kepolisian masih mendalami apakah temuan tersebut terjadi sebelum atau setelah aksi kekerasan fatal dilakukan.

Dari hasil penyelidikan sementara, motif pelaku diduga tidak hanya dipicu oleh penolakan ajakan berhubungan intim. Polisi menyebut terdapat ucapan korban yang dianggap menyinggung dan merendahkan keluarga pelaku sehingga memperkeruh konflik.

Seluruh pengakuan pelaku masih terus didalami untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Terungkap pula bahwa korban dan pelaku diketahui tidak tinggal serumah. Pada pagi hari saat kejadian, pelaku diduga mendatangi rumah korban dalam keadaan sepi. Pertemuan tersebut berujung pertengkaran yang berakhir dengan aksi kekerasan fatal.

Sikap pelaku setelah kejadian sempat mengecoh keluarga korban. Ia tampil sebagai suami yang terlihat panik dan khawatir, bahkan mengaku memiliki firasat buruk. Namun, belakangan terungkap bahwa hal tersebut merupakan upaya untuk menutupi keterlibatannya dalam kematian korban.

Kasus ini kini ditangani secara intensif oleh kepolisian setempat. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti tambahan untuk melengkapi berkas perkara.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat akan bahaya kekerasan dalam rumah tangga yang dapat berujung pada hilangnya nyawa. (**)