Wartadaerah.com, Bengkulu – Angka perceraian di Kota Bengkulu ternyata cukup tinggi. Setiap tahun, tercatat sekitar 1.200 pasangan bercerai, atau rata-rata 3–4 kasus setiap hari. Fakta ini diungkap langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat menghadiri pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Teluk Segara, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang digelar di Sekretariat PAC NU Kelurahan Tengah Padang ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Meneduhkan Peradaban.” Hadir pula Camat Teluk Segara, Lurah Tengah Padang, serta para ibu-ibu majelis taklim setempat.
Dalam sambutannya, Walikota Dedy menyampaikan “curhatnya” soal tingginya angka perceraian di Kota Bengkulu. Ia menilai, sebagian besar kasus disebabkan oleh kurangnya pemahaman pasangan suami-istri terhadap makna pernikahan.
“Setiap tahun ada sekitar 1.200 perceraian di Kota Bengkulu. Penyebabnya beragam — kurangnya pemahaman makna pernikahan, menikah di usia muda, faktor ekonomi, dan kurangnya saling pengertian. Ini harus kita benahi bersama,” ungkap Dedy.
Sebagai solusi, Pemkot Bengkulu menggulirkan Program Sekolah Pra Nikah, yang mewajibkan calon pengantin mengikuti pembekalan sebelum menikah. Program ini bertujuan membentuk keluarga yang lebih siap, harmonis, dan tahan uji.
“Sekolah Pra Nikah ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin setiap calon pengantin paham tanggung jawabnya, siap lahir batin, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan rumah tangga,” jelasnya.
Dedy juga menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti pengajian Muslimat NU memiliki peran besar dalam menguatkan ketahanan keluarga dan moral masyarakat.
“Saya hadir karena cinta dengan warga dan Muslimat NU. Semakin banyak kelompok pengajian seperti ini, semakin terbantu juga pemerintah. Masyarakat mendapat siraman rohani dan pendidikan agama yang menyejukkan,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Walikota Dedy mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan ketertiban lingkungan.
“Kalau ada yang buang sampah sembarangan, ditegur. Aktifkan siskamling, dan kalau ada anak-anak genk motor, bubarkan. Mari kita jaga kota ini bersama-sama,” pesannya. (red)



























