REJANG LEBONG – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar M. Ivan Alfaruqi dan Erika Fitri Wardani setelah kecelakaan maut di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut bersama dua anak mereka.
Tragedi yang terjadi pada Sabtu (24/10/2026) itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat di Desa Belitar Muka serta Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong. Keempat korban telah dimakamkan berdampingan di kampung halaman mereka.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang sedang berduka, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., bersama Plt Ketua TP PKK Rejang Lebong, dr. Melka Novera Sari, Sp.N., mengunjungi rumah keluarga korban pada Senin (26/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang kehilangan empat anggota keluarga dalam satu peristiwa tragis.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terlebih dahulu mendatangi kediaman keluarga M. Ivan Alfaruqi di Desa Belitar Muka. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah keluarga Erika Fitri Wardani di Desa Belitar Seberang.
Dalam kegiatan tersebut, Hendri didampingi Plt Ketua TP PKK Rejang Lebong dr. Melka Novera Sari, Sp.N., Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., Ketua Baznas Rejang Lebong H. Ahmad Supani, serta Camat Sindang Kelingi Firdaus Affandi, S.E.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, kepolisian, Baznas, dan pemerintah kecamatan tersebut menjadi bentuk perhatian kepada keluarga korban yang tengah menghadapi masa-masa sulit setelah kehilangan orang-orang tercinta.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Hendri menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan berat ini.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, saya menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Hendri.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang mengalami musibah merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moral. Dalam situasi kehilangan yang begitu berat, perhatian dari keluarga besar, kerabat, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan beban psikologis keluarga korban.
Kecelakaan di Bangka Tengah Merenggut Empat Nyawa
Kecelakaan yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIB pada Sabtu (24/10/2026), di wilayah Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Mobil Honda Brio yang ditumpangi keluarga M. Ivan Alfaruqi bertabrakan dengan sebuah truk Fuso. Peristiwa tersebut mengakibatkan Ivan, istrinya, Erika Fitri Wardani, serta kedua anak mereka yang masing-masing berinisial SGL dan RJA meninggal dunia.
Ivan diketahui bekerja sebagai konsultan proyek. Sementara itu, Erika merupakan dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel).
Kepergian pasangan suami istri bersama kedua anak mereka dalam satu peristiwa sekaligus menjadi pukulan berat bagi keluarga besar. Terlebih, kedua anak korban masih berusia kecil sehingga tragedi tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi orang-orang yang mengenal dan menyayangi mereka.
Setelah proses pemulangan jenazah dari Bangka Tengah, keempat korban dimakamkan berdampingan di kampung halaman. Pemakaman tersebut menjadi momen penuh haru bagi keluarga dan masyarakat yang turut mengantarkan mereka ke tempat peristirahatan terakhir.
Tragedi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan. Kecelakaan dapat membawa dampak yang sangat besar, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sosial yang ditinggalkan.
Di tengah suasana duka, kunjungan Plt Bupati Rejang Lebong bersama jajaran menjadi wujud solidaritas pemerintah daerah kepada warganya. Dukungan dan perhatian dari berbagai pihak diharapkan dapat menguatkan keluarga korban agar mampu melewati masa kehilangan yang begitu berat.
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus menunjukkan kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan, sehingga mereka tidak merasa menghadapi musibah tersebut seorang diri. (Red)































